TERUMBU KARANG ASET NASIONAL

Oleh: Nabia Agisna – Duta Terumbu Karang PPM School of Management

Indonesia dikenal dengan sumberdaya alamnya yang melimpah dan indah. Sudah menjadi rahasia umum bahwa Indonesia memiliki pemandangan alam yang luar biasa, baik itu di darat, maupun di laut. Indonesia juga dikenal memiliki satwa-satwa langka dan yang hampir punah yang hanya bisa dijumpai di Indonesia, seperti komodo, badak bercula satu, serta harimau Sumatra. Namun, seringkali banyak masyarakat Indonesia yang bersikap tidak acuh terhadap kelestarian alam. Padahal sumber daya alam Indonesia merupakan harta karun dunia. Sangat disayangkan apabila harta karun ini tidak di rawat dengan baik dan malah kebanyakan diambil alih oleh bangsa asing, padahal ini berada pada tanah Indonesia.

Indonesia terkenal juga dengan lautnya yang indah, yang memiliki beragam makhluk laut. Tak jarang banyak turis yang datang ke Indonesia hanya untuk mecicipi lautnya. Kita dikenal memiliki ombak yang bagus untuk surfing seperti di bali, serta spot-spot diving yang indah seperti di raja ampat. Inilah yang merupakan salah satu keunggulan Indonesia di mata internasional.

Salah satu yang bisa dibanggakan dari keindahan laut Indonesia adalah terumbu karangnya. Terumbu karang merupakan suatu biota laut yang terbentuk dari susunan kalsium karbonat selama ratusan tahun. Banyak orang yang tidak menyadari bahwa terumbu karang merupakan suatu hewan dan hidup. Seringkali mereka menggap terumbu karang hanya sebongkah batu yang tidak bernyawa sehingga bisa diperlakukan bebas layaknya benda mati. Salah satu contoh ketidaktahuan masyarakat akan biota yang satu ini adalah, sengaja menginjak terumbu karang untuk dijadikan tumpuan, melemparkan jangkar secara sembarang tanpa melihat kondisi bawah laut, atau bahkan ada yang sengaja memotong dan mengambil terumbu karang untuk dijadikan sebagai souvenir. Padahal, butuh waktu yang sangat lama bagi terumbu karang untuk bertumbuh besar seperti yang bisa kita lihat ketika diving atau snorkeling. Terumbu karang rata-rata hanya menghasilkan batu karang setinggi 1cm saja setiap tahunnya. Oleh sebab itu, butuh waktu yang sangat lama bagi karang untuk menyembuhkan dirinya dari tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab.

Terumbu karang hidup secara berkelompok sehingga membentuk suatu kawasan terumbu karang. Pada kawasan itu, hidup ribuan spesies diantara lebih dari 2500 jenis ikan, 590 jenis karang batu, 2500 jenis moluska, dan 1500 jenis udang-udangan. Oleh karena itu, adanya terumbu karang juga berfungsi untuk menunjang kestabilan ekosistem sekitarnya.  Sekitar 55% terumbu karang di dunia berada di Indonesia, Filipina, dan kepulauan pasifik. 30% berada di lautan hindia dan laut merah. Serta 14% di karibia dan 1% di Atlantik Utara. Dari data tersebut bisa di ambil kesimpulan bahwa Indonesia merupakan salah satu Negara terbesar bagi penyebaran terumbu karang di dunia. Kesimpulan yang dapat diambil tersebut sekaligus menjelaskan bahwa terumbu karang menjadi salah satu competitive advantage bagi Indonesia di mata internasional, khususnya di bidang pariwisata. Buktinya adalah, banyak turis yang datang ke Indonesia hanya untuk menikmati lautnya dan keindahan alam yang terkandung di dalamnya. Terumbu karang kebanyakan hidup di daerah-daerah tropis, itulah yang menyebabkan banyak wisatawan mancanegara yang berasal dari negara bersuhu ekstrim ( 4 musim) yang datang ke Indonesia. Inilah juga yang menjadi keuntungan Indonesia karena berada di garis khatulistiwa.

Seharusnya kekayaan alam yang dimiliki ini merupakan salah satu asset Negara yang bisa menambah nilai jual Indonesia di mata internasional. Namun, terkadang bangsa ini tidak peduli terhadap hal-hal yang jumlahnya melimpah. Kenyataan yang terjadi adalah hanya 30% terumbu karang di Indonesia dalam kondisi baik, 37% dalam kondisi sedang, dan 33% rusak parah. Banyak dari masyarakat Indonesia tidak mengetahuinya sehingga bersikap tidak acuh terhadap kondisi yang dialami ini , sebagian pula mengetahui namun tutup mata dan tutup telinga demi keuntungan pribadi dan kelompok. Padahal, Banyak Negara yang sangat ingin memiliki kehidupan laut seperti di Indonesia. Beberapa diantaranya memelihara dan menjaganya di akuarium hanya karena ingin sekadar melihatnya, melakukan penelitian, atau bahkan di jadikan sebuah asset bagi negaranya. Ironisnya, banyak orang-orang dari Negara lain seperti organisasi non profit yang belakangan ini marak dibentuk yang justru menjaga dan melindungi kekayaan alam Indonesia, padahal bangsa kita sendiri tidak acuh atau relatif merusak.

Kita sebagai generasi muda seharusnya bisa lebih peduli terhadap keadaan alam di Indonesia, menjaga, melindungi, dan melestarikan kekayaan alamNya, baik kekayaan di darat maupun kehidupan lautnya yang terdapat  terumbu karang beserta biota-biota laut lainnya. Jangan sampai anak cucu kita hanya bisa mendengar cerita kita tentang alangkah bagusnya kehidupan laut di Indonesia, namun mereka tidak bisa melihat langsung keindahan alam yang sesungguhnya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *