Peningkatan GRK dan Aerosol Memiliki Efek Serupa pada Curah Hujan

Walaupun gas rumah kaca (GRK) dan aerosol memiliki sifat yang sangat berbeda, efek keduanya terhadap perubahan pola spasial curah hujan secara mengejutkan serupa, berdasarkan penelitian baru dari University of Hawaii at Manoa’s International Pacific Research Center (IPRC) dan Scripps Institution of Oceanography. Penelitian ini dipublikasikan pada 1 September dalam online issue of Nature Geoscience.

Manusia membuat perubahan iklim kebanyakan datang dari tekanan radiasi GRK dan polusi udara atau aerosol. Sementara GRK tercampur dengan baik dalam atmosfir dan cenderung terdistribusi di seluruh dunia, aerosol bervariasi sangat besar dalam konsentrasi lokal dan cenderung ditemukan dekat dengan sumber emisi seperti pusat industri di Asia dan Amerika Utara.

Aerosol memberi dampak iklim dalam dua cara: yang pertama cepat dan mencemaskan sifat fisika dan sifat keseharian awan dalam menit menjadi hari; efek lainnya adalah memakan waktu bertahun-tahun dimediasi oleh interaksi dengan samudra dan atmosfir. Efek cepat aerosol terhadap awan telah diteliti, namun efek samudra-termediasi jangka panjang telah menerima sedikit perhatian.

Sebuah tim ilmuwan di IPRC dan SCRIPPS telah menyediakan pandangan penting baru berdasarkan hasil dari percobaan dengan tiga Negara model iklim. Walaupun aerosol dan GRK dikonsentrasikan pada wilayah yang sangat berbeda di bumi, semua model tersebut menunjukan efek regional serupa terhadap curah hujan di samudra.

Menurut pemimpin penulis Shang Ping Xie, seorang professor climate science and first Roger Revelle Chair in Environmental Science at Scripps, hasil ini merupakan kejutan besar bagi para peneliti dan hasil menunjukan sangat sulit membedakan efek yang ditimbulkan oleh GRK dan aerosol.

Para ilmuwan mencatat bahwa kedua perubahan aerosol dan GRK yang diindukasi terhadap curah hujan tampaknya dimediasi oleh pola spasial suhu permukaan laut.

Inovatif experiment model dibutuhkan saat ini. Penyelidikan mekanisme interaksi lautan-atmosfir yang menengahi pola curah hujan dan untuk menentukan bentuk fondasi tersebut. Hal ini akan memungkinkan untuk mengembangkan proyeksi iklim regional yang lebih handal.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *