Pemanasan Global: Proses dan Akibat

Melelehnya permukaan es di kutub utara dan selatan, meningkatnya permukaan laut, kebakaran hutan, dan kehidupan alam liar yang semakin terancam keberadaannya merupakan beberapa efek yang disebabkan oleh pemanasan global yang terjadi di bumi kita.

Apa yang terjadi saat ini merupakan akumulasi dari aktivitas manusia dalam menunjang kehidupan modern. Kehidupan modern yang dijalani tersebut membutuhkan sumber tenaga yang kebanyakan menghasilkan gas buangan. Gas tersebut disebut juga sebagai gas rumah kaca karena efek yang dihasilkan sama seperti rumah kaca.

Efek rumah kaca merupakan proses pemanasan yang terjadi ketika gas rumah kaca (GRK) terjebak dalam atmosfir bumi. Gas-gas tersebut menjebak panas yang ada di bumi, sehingga menyebabkan panas yang berlebihan di permukaan bumi. Efek tersebut sama seperti efek rumah kaca yang biasa digunakan untuk menanam.

Bagaimana efek rumah kaca bisa sangat berpengaruh terhadap pemanasan global?

Cahaya matahari bersinar di permukaan bumi, cahaya tersebut diserap kemudian dipancarkan oleh atmosfir bumi sebagai panas. Dalam atmosfir bumi, sebagian panas yang dihasilkan terjebak dalam GRK yang ada di udara, dan sisanya melepaskan diri ke luar angkasa. Sehingga semakin banyak GRK yang terkandung dalam atmosfir, semakin tinggi panas yang terjebak dan semakin tinggi pula suhu permukaan bumi.

Tingkat GRK telah melewati pasang-surut selama sejarah bumi, namun suhu bumi tersebut konstan selama ribuan tahun. Aktivitas manusia yang melibatkan pembakaran bahan bakar fosil dan emisi GRK meningkatkan efek rumah kaca dan pemanasan bumi.

Rata-rata suhu global dan konsentrasi karbondioksida (salah satu GRK) fluktuatif selama siklus ratusan ribu tahun dengan posisi bumi terhadap matahari relatif bervariasi. Hasilnya, zaman es silih berganti.

Selama ribuan tahun, emisi GRK terhadap atmosfir diseimbangkan dengan penyerapan GRK yang dilakukan oleh alam. Karena hal tersebut, konsentrasi GRK dan suhu di bumi stabil. Kestabilan ini memberikan peluang bagi manusia untuk berkembang dengan iklim yang konsisten.

Namun, saat ini manusia telah meningkatkan jumlah karbondioksida dalam atmosfir menjadi tiga kali lipat dibanding dengan revolusi industri yang terjadi ratusan tahun yang lalu. Perubahan ini tentu saja berakibat terhadap kondisi planet biru ini.

Peningkatan GRK merupakan masalah bagi semua mahluk yang ada di bumi ini karena hal tersebut mampu merubah iklim lebih cepat. Iklim baru yang lebih sulit diprediksi tersebut menimbulkan tantangan unik bagi semua kehidupan di dunia.

Saat ini, dengan peningkatan konsentrasi GRK, lembaran es bumi yang tersisa (Greenland dan Antartika) mulai meleleh. Lelehan daratan es tersebut akan meningkatkan volume air yang akan berpotensi meningkatkan permukaan laut secara signifikan.

Seiring dengan peningkatan suhu tersebut, iklim akan berubah dengan cara yang tak terduga. Selain peningkatan ketinggian permukaan laut, cuaca akan lebih ekstrim. Hal ini ditandai dengan badai besar yang lebih sering terjadi, dan curah hujan meningkat diikuti dengan kekeringan yang semakin lama.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *