Permata di Taman Nasional Komodo

Taman Nasional Komodo merupakan taman nasional yang terdiri dari beberapa pulau dengan perairan dan lautnya serta terletak di antara Pulau Flores (Nusa Tenggara Timur) dan Pulau Sumbawa (Nusa Tenggara Barat).  Kawasan ini dinamakan Komodo dikarenakan habitat asli dari satwa komodo (Varanus komodoensis), yaitu reptilia purba raksasa yang tersisa di bumi. Tahun 1991, Taman Nasional ini dideklarasikan sebagai World Herritage Site oleh UNESCO dan 1995 baru ditetapkan menjadi Taman Nasional Komodo oleh Menteri Kehutanan dengan luas 132.572 ha.

Taman Nasional Komodo terdiri dari 3 pulau utama yaitu Pulau Komodo, Rinca, dan Padar yang dikelilingi dengan pulau-pulau kecil lainnya. Kawasan pulau-pulau di Taman Nasional Komodo berupa padang savana yang luas ditumbuhi pohon lontar (Borrasus flabellifer), sumber air terbatas, dan suhu yang cukup panas menjadikan kawasan ini sangat unik dan eksotis.

Topografi

Pulau-pulau di kawasan TN komodo memiliki topografi bergelombang, berupa bukit-bukit dan gunung-gunung.  Di beberapa tempat terdapat lereng curam dengan kemiringan mencapai 80% dan ketinggian berkisar antara 0-735 m dpl. Gunung yang tertinggi yaitu Gunung Satalibo (735 m dpl) terletak di pualu Komodo, dan Gunung Dora (667 m dpl) yang terletak di pulau Rinca.

Iklim

Kawasan TN Komodo memiliki curah hujan rendah atau tidak hujan sama sekali selama 7-8 bulan dalam setahun. Bulan kering dimulai dari April ingga Oktober dan bulan basah antara November hingga Maret. Suhu berkisar antara 17-34 C, dengan tingkat kelembabab 36%.

Flora dan fauna

Keadaan iklim yang kering dan panas justru membuat daerah ini merupakan tempat yang disenangi oleh komodo (Varanus komodoensis). Tidak hanya dihuni oleh komodo, TN Komodo juga merupakan rumah bagi satwa endemik seperti rusa (Cervus timorensis), anjing hutan (Cuon alpinis), monyet ekor panjang (M. fascicularis), kuda liar (Equus caballus), tikus besar rinca (Ratus rintjanus). Tidak hanya mamalia, TN Komodo juga rumah bagi burung seperti kakaktua jambul kering, perkutut, tekukur, dan beragam reptil seperti ular kobra, ular russel, penyu sisik, dan penyu hijau. Tidak hanya di daratan, alam bawah laut TN Komodo juga dapat ditemui lumba-lumba, dugong, paus, 260 jenis terumbu karang, dan 1000 jenis ikan.

Untuk tumbuhan atau flora yang terdapat di TN Komdo dibagi menjadi beberapa jenis kawasan hutan. Tipe kawasan savana/padang rumput mendominasi 70% kawasan TN dengan dominasi tumbuhan lontar (Borarrus flobellifer). tumbuhan rumput meliputi genus Setaria, Chloris, Heteropogon, dan Themeda. Terdapat kawasan hutan hujan tropis  pada 25% kawasan TN dan sisanya berupa hutan bakau.

Untuk waktu berkunjung terbaik di TN Komodo yaitu bulan Maret-Juni dan bulan Oktober-Desember. Aktivitas di situs wisata yang dapat dilakukan meliputi pengamatan satwa seperti komodo, wisata selam, snorkling, dan berkemah. Lokasi menarik untuk dikunjungi yaitu Loh liang yang merupakan pintu masuk utama untuk kegiatan pengamatan satwa liar di hutan musim. Tedapat pantai dan perkampungan penduduk. Loh Buaya, di tempat ini anda dapat menikmati pemandangan alam yang spektakuler. Untuk kegiatan laut dapat dilakukan di daerah Pulau Lasa, Pantai Merah, Loh Bo, dan Sebita, serta untuk pengamatan satwa juga dapat dilakukan di Banu Nggulung.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *