Air, Sanitasi, dan Higiene

Berdasarkan data yang didapatkan dari WHO/UNICEF Joint Monitoring Programme for Water Supplay and Sanitation (JMP), didapatkan bahwa 37%  dari populasi negara berkembang atau sekitar 2,5 milyar jiwa masih memilki kekurangan terutama fasilitas air, serta 780 juta orang masih menggunakan sumber air konsumsi yang tidak sehat. Ketiadaan akses terhadap terhadap air yang aman dan pelayanan sanitasi, ditambah dengan praktetk higiene yang buruk, telah banyak menyebabkan sakit bagi anak-anak setiap harinya, dan hal itu menyebabkan peluang buruk lainnya.

Hasil studi Indonesia Sanitation Sector Development Progarmme (ISSDP) 2006  didapatkan bahwa 47% masyarakat Indonesia masih berperilaku buang air besar di sungai, sawah, kolam, dan tempat terbuka. hal ini tentunya dapat mencemari keberlanjutan air di lingkungan. Hal ini menunjukan bahwa masyarakat kita masih belum memiliki pengetahuan sanitasi dan higiene yang baik.

Lantas kenapa air, sanitasi, dan higinene?

Air merupakan komponen penting dalam kehidupan. Semua mahluk hidup memerlukan air baik manusia, hewan, dan tumbuhan. Kegiatan manusia juga tidak dapat lepas dari funsi air untuk minum, mandi, mencuci, dan aktifitas lainnya termasuk usaha untuk ememnuhi produk pangan manusia. Fungsi vital dari air membuat akses mendapatkan air bersih dan sanitasi merupakan fundamental hak asasi manusia dan merupakan vital bagi kehidupan.

Air dengan beragam kebutuhuannya mudah sekali tercemar terutama pada daerah dengan kondisi sanitasi yang cukup buruk. Sanitasi dan higiene yang buruk, akan menyebabkan masyarakat kesulitan mendapatkan air yang sehat sehingga resiko kejadian penyakit akibat air (water-borne disease) semakin besar hingga mencapai ribuan jiwa. Umumnya resiko akibat water-borne disease menyerang pada anak-anak dikarenakan sistem kekebalan tubuhnya yang belum berkembang. Jika hal ini dibiarkan maka dapat menganggu pembangunan keberlajutan dari sebuah negara.

Apa yang bisa dilakukan?

Hal paling penting yang harus dilakukan yaitu memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya sanitasi dan higiene personal, serta akses terhadap air bersih.

Higiene personal berasal dari kata higiene yang artinya bersih, dan personal yang artinya diri-sendiri. Higiene personal yaitu usaha-usaha yang dilakukan untuk membuat diri sendiri (tubuh) menjadi bersih dari ujung kepala hingga kaki. Praktek higiene personal yang paling mudah dilakukan yaitu dengan minimal 2 kali sehari membersihkan badan atau mandi, gosok gigi, menggunakan deodorant, mencuci tangan dengan sabun terutama setelah melakukan aktifitas di toilet, sebelum dan sesudah memasak, setelah memegang hewan, setelah membuang sampah, sebelum dan sesudah makan, bahkan sebelum memberikan makanan pada binatang peliharaan.

Untuk mencuci tangan sebaiknya menggunakan air bersih  dan sabun, jika tidak terdapat sabun dan air, dapat menggunakan hand-sanitizer yang mengandung setidaknya 60% alkohol untuk membersihan tangan.

Sanitasi merupakan usaha-usaha untuk hidup bersih agar manusia tidak bersentuhan langsung dengan kotoran atau bahan buangan berbahaya lainnya sehingga dapat meningkatkan kualitas kesehatan manusia dan lingkungannya dari cemaran. Bahan buangan yang yang berbahaya yaitu dapat berupa bahaya fisik, mikrobiologik, kimiawi, serta biologis dari produk buangan tersebut seperti bahaya dari kotoran manusia atau hewan, bahaya air cemaran bekas mandi atau mencuci, bahan buangan industri, maupun bahan buangan pertanian.

Sanitasi yang baik dapat dilakukan dengan penggunaan toilet, saluran air yang terintergrasi untuk pembuangan limbah, serta pengolahan terlebih dahulu limbah air sebelum dilepas kembali ke alam. Air merupakan komponen penting dalam usaha mewujudkan sanitasi yang baik. Dengan sanitasi yang baik, diharapkan kualitas air di lingkungan juga tidak rusak sehingga keberlanjutan dari sumber air masih dapat dijaga. Tidak hanya itu, sanitasi yang baik juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Jika akses air bersih, sanitasi, dan higiene yang baik dapat diterapkan, Indonesia dapat mewujudkan masyarakat yang sehat dan keberlanjutan lingkungan dapat terwujud.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *