Mengenal Lebih Dekat Water-borne diseases (Penyakit Bawaan Air)

Air merupakan komponen penting dalam kehidupan manusia. Hampir seluruh aktifitas manusia tidak dapat lepas dari air mulai dari makan, minum, proses menghasilkan produk makan, mencuci, mandi, dan sebagainya. Hal inilah yang menyebabkan pentingya untuk menjaga kebersihan dan keamanan air, sanitasi yang baik, dan memperbaiki higienitas air sangat penting untuk menjaga kesehatan manusia dan alam. Meskipun air penting bagi kehidupan, namun air juga dapat menularkan beberapa penyakit ketika air tersebut terkontaminasi organisme ataupun zat yang dapat menyebabkan penyakit. Lantas apa itu water-borne disease?

Water-borne diseases merupakan penyakit yang ditularkan ke manusia akibat adanya cemaran baik berupa mikroorganisme ataupun zat pada air. Kerugian akibat water-borne disease tidak hanya pada manusia namun juga dapat berdampak pada lingkungan tempat manusia tinggal. Kontaminasi pada manusia dapat melalui kegiatan minum, mandi, mencuci, proses menyiapkan makanan, ataupun memakan makanan yang telah terkontaminasi saat proses penyiapan makanan. Umumnya gejala paling sering akibat penyakit ini yaitu diare, dan paling sering terjadi pada anak-anak terutama pada daerah dengan sanitasi dan higienitas yang buruk. WHO memperkirakan bahwa water-borne disease merupakan 4,1%  dari total penyebab kematian atau sekitar 1,8 juta jiwa pertahunnya.

Water-borne diasease diakibatkan oleh mikroorganisme berupa bakteri, protozoa, dan cacing. Untuk bakteri dan protozoa umumnya menyebabkan sakit akibat masuknya organisme tersebut dapat merusak jaringan ataupun sistem sirkulasi pada saluran pencernaan. Hal inilah yang menyebabkan pencernaan tidak bekerja optimal sehingga menyebabkan diare bagi penderita. Kondisi yang lebih parah dapat menyebabkan kerusakan pada saluran pencernaan sehingga menyebabkan luka saluran cerna yang berakibat pada diare beradarah. Diare yang cukup sering dapat berbahaya bagi manusia diakibatkan kekurangan cairan pada tubuh, dan kehilangan cairan parah dapat menyebabkan keseimbangan asam basa tubuh tidak seimbang yang berujung pada kerusakan sistem organ. Jika hal ini dibiarkan bahkan dapat meyebabkan kematian bagi penderita.

Protozoa yang umumnya mengkontaminasi melalui air yaitu Entamoeba, Cryptosporidium, Cyclosporidium, dan Giardia. Keempat jenis protozoa tersebut dapat dengan mudah mengkontaminasi air yang tercemar dengan feses baik manusia maupun hewan. Jika dikaitkan dengan lingkungan, hal inilah pentingnya bagi pemukiman penduduk untuk tidak berdekatan dengan peternakan serta fungsi sanitasi yang baik di pemukiman penduduk. Bakteri yang dpat mengkontaminasi air yaitu Campylobacter, Vibrio cholera (penyebab kolera), E. coli, Salmonela (penyebab Salmonelosis).  Berbagai jenis bakteri tersebut dapat masuk melalui tubuh melalui minum dan makan makanan yang terkontaminasi bakteri. Umumnya bakteri tersebut meyebabkan gejala diare dari yang sifatnya ringan hingga parah. Jika diakitkan dengan lingkungan, sanitasi yang baik serta menjaga higienitas air minum, air untuk mengolah makanan, maupaun air untuk keperluan sehari-hari merupakan langkah minimal untuk mencegah kejadian penyakit ini.

Penyebab lainnya dari waterborne disease yaitu infeksi cacing nematoda. Contoh kontaminasi cacing yang paling sering yaitu Schistosoma (penyebab Scistosomiasis), Taenia (infestasi cacing pita, Taeniasis), dan Ascaris (penyebab kecacingan Ascariasis). Kecacingan dapat terjadiakibat dari meminum air yang terkontaminasi oleh telur cacing. Umumnya kecacingan lebih sering terjadi melalui kontaminasi lewat makanan dibandingkan lewat air minum.

Tidak hanya melalui air minum dan makanan, water-borne disease juga dapat terjadi akibat kontaminasi di kolam renang. Kondisi higienitas air kolam yang buruk juga dapat menyebabkan infeksi telinga dan kulit bagi korban. Untuk beberapa penyakit juga dapat terjadi akibat adanya vektor penyakit yang tinggal di air seperti malaria (disebabkan protozoa  Plasmodium dengan  vektor nyamuk), dan demam berdarah (disebabkan oleh virus dengan vektor nyamuk).

Pentingya peranan air serta resiko penyakit yang dapat ditularkannya membuat kita harus bersikap lebih bijak dalam menggunakan air. Penggunaan air yang bijak dapat dilakukan dengan menggunakan air yang sehat dan aman untuk konsumsi, serta air yang bersih dan higienis untuk keperluan lainnya. Menggunakan air keran merupakan pilihan yang tepat dikarenakan aspek kebersihan dan keberlanjutannya lebih baik. Air keran menggunakan hasil air permukaan yang bersumber dari air sungai atau danau serta diolah terlebih dahulu lalu disalurkan ke rumah-rumah. Jika menggunakan air sumur, pastikan terlebih dahulu kualitas air dengan melakukan uji di laboratorium terutama kandungan logam-logam berbahaya. Kualitas air tanah juga tergantung pada daerah sekitar. Daerah sekitar peternakan  umumnya rentan cemaran feses atau daerah industri umumnya rentan terhadap cemaran bahan kimia. Akhir kata, Mari kita pergunakan sumber air dengan bijak dengan menjaga kualitas air dari berbagai resiko cemaran penyakit.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *