Efek dan Mitigasi Pemanasan Global

Konsensus pada komunitas ilmuwan adalah pemanasan global disebabkan oleh aktivitas manusia, khususnya pembakaran bahan bakar fosil. Perubahan yang terjadi pada pemanasan global adalah kenaikan suhu, mundurnya glasier, pelelehan salju yang lebih cepat, dan meningkatnya hujan lebat. Lambat laun pemanasan global akan berefek terhadap manusia.

Menurut Intergovernmental Panel on Climate Change, kenaikan suhu bumi periode 1990 – 2005 berkisar 0,15 – 0,13 derajat Celcius. Jika dibiarkan terus menerus, kenaikan suhu bumi dapat mencapai 4,2 derajat Celcius tahun 2050 – 2070 yang berarti kehidupan di bumi akan musnah. Perubahan iklim berdampak juga terhadap curah hujan yang lebih lebat.

Dampak pemanasan global yang jelas terlihat adalah kenaikan air laut yang berakibat hilangnya beberapa pulau di Indonesia. Selain itu, setiap kenaikan 14 – 43 cm maka pH air laut akan turun dari 8,2 cm menjadi 7,8 cm, sehingga akan menghambat pertumbuhan dan akhirnya mematikan biota dan terumbu karang.

Selain itu, pemanasan global akan memicu masalah kesehatan. Akibat suhu yang lebih hangat, maka jentik nyamuk demam berdarah dan malaria memiliki siklus hidup lebih pendek dan masa inkubasi penularan yang lebih singkat. Ledakan populasi wabah ini akan membahayakan masyarakat. Tak terkecuali penyakit diare, leptospirosis, asma, kanker kulit, dan penyakit paru obstruktif kronis (CODP).

Dampak perubahan iklim dalam dunia pertanian adalah mengubah pola presipitasi, penguapan, air limpasan, dan kelembaban tanah, terjadinya ledakan hama dan penyakit tanaman. Hal tersebut akan berdampak terhadap ketahanan pangan di Indonesia.

Dalam memitigasi perubahan iklim, beberapa hal harus dilakukan yaitu:

  • peningkatan efisiensi energi di semua sektor (bangunan, transportasi, industri, dan penyediaan energi)
  • pergantian bahan bakar dalam sektor transportasi
  • mengganti bahan bakar fosil dengan sumber energi alternatif dalam negeri
  • penanaman hutan
  • pencegahan penggundulan hutan
  • pengelolaan hutan berkelanjutan
  • produksi bioenergy
  • pengelolaan lahan pertanian (meningkatkan pengelolaan nutrisi lahan akan meningkatkan kualitas air tanah dan kesehatan lingkungan ekosistem lahan)
  • pengelolaan tanah penggembalaan (peningkatan produktivitas ternak, mengurangi desertifikasi, dan menyediakan keamanan sosial bagi yang lemah ekonominya agar dapat menggembalakan ternaknya dengan bebas)
  • pengelolaan ternak (mengkombinasikan pengolahan beras secara tradisional dengan pengelolaan ternak akan meningkatkan pendapatan, bahkan di lahan yang semi gersang atau gersang)
  • merencanakan sanitasi TPA  dengan pemulihan TPA gas
  • proses biologis untuk limbah dan limbah air (pengomposan, proses an-aerobik, dan proses aerobic dan an-aerobic limbah air)
  • pengabuan dan proses panas lainnya
  • memperkecil daur ulang, penggunaan kembali, dan limbah

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *